UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
NIK | D970263 |
---|---|
NIDN/NIDK | 0404126901 |
Jabatan Struktural | Dekan Fakultas Hukum |
Jabatan Fungsional | GURU BESAR |
Fakultas | Hukum |
Program Studi | Ilmu Hukum |
efik@unisba.ac.id |
1 |
SIKAP ADMINISTRASI NEGARA DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN UMUM BAGI MASYARAKAT INDONESIA DAN KAITANNYA DENGAN AKHLAQUL KARIMAH DALAM ISLAM
|
|||||||||||||||
2 |
THE IMPACT OF WTO-GATS RULES ON INDONESIA AND MALAYSIA'S INTERNATIONAL OBLIGATIONS RELATED TO THE HALAL TOURISM REGULATORY MODEL
|
|||||||||||||||
3 |
MAQASHID SYARIAH SEBAGAI SALAH SATU DASAR KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA DALAM UPAYA MEWUJUDKAN GOOD GOVERNMENT
|
|||||||||||||||
4 |
HALAL ECOSYSTEM CONSTRUCTION AND REGULATORY ANALYSIS OF HALAL TOURISM: CASE OF HALAL TOURISM POLICY COMPARATION OF INDONESIA AND THAILAND
|
|||||||||||||||
5 |
MAQASHID SYARIAH DAN MASLAHAH MURSALAH SEBAGAI DASAR PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN YANG ISLAMI (ISLAMIC CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY/I-CSR)
|
|||||||||||||||
6 |
Perlindungan Hukum Terhadap Karyawan untuk Mendapatkan Haknya Berupa Gaji dan Pesangon dari Perusahaan Pailit Menurut Perarturan Perundang-Undangan di Bidang Kepailitan dan Ketenagakerjaan dihubungankan dengan Asas Keadilan Keadilan
|
|||||||||||||||
7 |
SHARIA BUSINESS POLICY DEVELOPMENT MODEL IN INDONESIA AND MALAYSIA BASED ON CONSTITUTION
|
|||||||||||||||
8 |
Analisis Kebijakan Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro Berbasis Kearifan Lokal dalam Upaya Peningkatan Usaha Mikro di Jawa Barat
|
1 |
BIMBINGAN TEKNIS PEMBENTUKAN RANCANGAN PERATURAN DESA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA UNTUK PARA KEPALA DESA DAN KETUA BPD DI WILAYAH KECAMATAN KARANG TENGAH KABUPATEN CIANJUR
|
1 |
Implikasi pasal 24 ayat (1) UUD 1945 terhadap perubahan kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam upaya penyempurnaan pembentukan hukum nasional dilihat dari kendala yang dihadapi
|
||||||
2 |
Ilmu negara
|
||||||
3 |
Implikasi Keberadaan Mahkamah Konstitusi Terhadap Pembentukan Hukum Nasional
|
||||||
4 |
Ilmu perundang-undangan
|
||||||
5 |
Ilmu Perundang-Undangan di Indonesia
|
||||||
6 |
Implikasi keberadaan Mahkamah Konstitusi terhadap pembentukan hukum nasional dalam kerangka hukum negara hukum
|
||||||
7 |
Kewenangan Pemerintah Propinsi Jawa Barat dalam Membuat Peraturan Daerah Propinsi yang Berkaitan dengan Penanaman Modal di Wilayah Propinsi Jawa Barat
|
||||||
8 |
Implikasi keberadaan Mahkamah Konstitusi terhadap pembentukan hukum nasional dalam kerangka negara hukum
|
||||||
9 |
Pengaruh Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Pembentukan Hukum Ekonomi Nasional
|
||||||
10 |
Peran Badan Legislasi Daerah dalam Menjalankan Fungsi Legislasi di Dprd Provinsi Jawa Barat
|
||||||
11 |
Langkah pemerintah daerah dalam mewujudkan otonomi daerah yang demokratis
|
||||||
12 |
Kewenangan daerah dalam pengelolaan kepelanbuhanan menurut UU No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah
|
||||||
13 |
Pengisian Jabatan Jaksa Agung dari Partai Politik dihubungkan dengan Fungsi Kejaksaan dalam Kaitannya dengan Kekuasaan Kehakiman
|
||||||
14 |
LEGAL PROTECTION OF THE RIGHT OF WAY AS LOCAL GOVERNMENT ASSETS BY OPTIMIZING THE ROAD CLASS
|
||||||
15 |
Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat Terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Susunan Kedudukan Majelis Permusyawaratan …
|
||||||
16 |
Pengaturan Profesi Penerjemah Yang Imparsial Dan Independen Dihubungkan Dengan Asas-Asas Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Yang Baik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12Â …
|
||||||
17 |
Implikasi kewenangan Komisi Yudisial terhadap integritas hakim di Indonesia
|
||||||
18 |
UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN PAJAK PROGRESIF KENDARAAN BERMOTOR DI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
|
||||||
19 |
THE IMPLEMENTATION OF THE PRINCIPLES OF GOOD MAKING RULES IN MAKING REGIONAL REGULATIONS
|
||||||
20 |
Pengaturan Profesi Penerjemah Yang Imparsial Dan Independen Dihubungkan Dengan Asas-Asas Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Yang Baik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12Â …
|
||||||
21 |
Penerapan Pasal 114a Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional …
|
||||||
22 |
Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat Terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Susunan Kedudukan Majelis Permusyawaratan …
|
||||||
23 |
Kedudukan Komisi Pemilihan Umum Pasca Pembatalan Pasal 4 Ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan …
|
||||||
24 |
Reconstitutionality of the 1945 constitution after the fourth amendment
|
||||||
25 |
Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat Terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Susunan Kedudukan Majelis Permusyawaratan …
|
||||||
26 |
Kedudukan Komisi Pemilihan Umum Pasca Pembatalan Pasal 4 Ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan …
|
||||||
27 |
Penerapan Pasal 114a Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional …
|
||||||
28 |
Pengisian Jabatan Jaksa Agung dari Partai Politik dihubungkan dengan Fungsi Kejaksaan dalam Kaitannya dengan Kekuasaan Kehakiman
|
||||||
29 |
Penerapan Asas Transparansi dalam Pengelolaan Dana Desa untuk Menghentikan Penyalahgunaan Dana Desa oleh Aparatur Desa Ditinjau dari Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 113Â …
|
||||||
30 |
Praktik Pengumpulan Dana Kampanye oleh Bupati Bandung Barat Periode 2013-2018 Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan Jo Undang …
|
||||||
31 |
Penerapan Asas Transparansi dalam Pengelolaan Dana Desa untuk Menghentikan Penyalahgunaan Dana Desa oleh Aparatur Desa Ditinjau dari Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 113Â …
|
||||||
32 |
Praktik Pengumpulan Dana Kampanye oleh Bupati Bandung Barat Periode 2013-2018 Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan Jo Undang …
|
||||||
33 |
Eksekutif preview dan judicial review dalam rangka harmonisasi peraturan daerah
|
||||||
34 |
Employee’s Position as Privileged Creditors When Debt of Bankruptcy is Larger Than Bankruptcy Assets
|
||||||
35 |
The Political Direction of Indonesian Economic Law as the Conception of Welfare State in the 1945 Constitution
|
||||||
36 |
Konstruksi Hukum Terhadap Penetapan Bunga Tinggi pada Investasi yang Diselenggarakan Koperasi Simpan Pinjam
|
||||||
37 |
Indonesian Justice System for Election Crimes
|
||||||
38 |
POLITICIZATION OF JUDICIARY: INDONESIA CONSTITUTIONAL COURT IN THE MIDDLE OF BACKSLIDING DEMOCRACY
|
||||||
39 |
Implementation of CSR in Indonesia Islamic Banking an Analysis from Maqashid Al-Syariah
|
||||||
40 |
Corporate Social Responsibility Based on Prophetic Law in an Effort to Bring about Social Justice
|
||||||
41 |
Fungsi Dewan Perwakilan Daerah dalam Perencanaan dan Pengawasan terhadap Pengelolaan Keuangan Negara (APBN)
|
||||||
42 |
Implementation of Local Government Policies in Realizing Child-Friendly Districts to Increase Welfare
|
||||||
43 |
Implementasi batik mark dalam upaya daya saing produk batik Indonesia
|
||||||
44 |
Islamic corporate social responsibility in the company of Sharia in Indonesia with the implementation of Maqashid Sharia
|
||||||
45 |
The Urgency of the Registration of the Brand that is Safe for Employers in Ciburial Village, Regency Bandung
|
||||||
46 |
Supervision Implementation of the Ministry of Co-operatives and Small Medium Enterprises on High-Interest Investments Conducted to Savings and Loan Co-operatives
|
||||||
47 |
Economic law politics and the direction of Indonesian economic law politics
|
||||||
48 |
THE DIRECTION OF THE NATIONAL AND REGIONAL RELATION'S DEVELOPMENTACCORDING TO THE INDONESIA 1945 CONSTITUTION
|
||||||
49 |
The State Administrative Decision-Making in the Adoption of Maslahah Mursallah Principle in Indonesia
|
||||||
50 |
Treaties as a Source of National Law in The Perspective of Constitutional Law
|
1 |
Treaties as a Source of National Law in The Perspective of Constitutional Law
|
||||||
2 |
The State Administrative Decision-Making in the Adoption of Maslahah Mursallah Principle in Indonesia
|
(data tidak ditemukan)
1 |
Kedudukan peraturan Mahkamah Agung sebelum amandemen UUD 1945 : refleksi sejarah fungsi Mahkamah Agung sebagai the guardian of constitution
|
|||||||||
2 |
Ilmu negara
|
|||||||||
3 |
Menimbang perbankan syariah : konsep, regulasi, dan praktik di Indonesia
|
|||||||||
4 |
Implikasi Keberadaan Mahkamah Konstitusi Terhadap Pembentukan Hukum Nasional dalam Kerangka Negara Hukum
|
|||||||||
5 |
Ilmu Perundang-Undangan di Indonesia
|
1 |
Implikasi Keberadaan Mahkamah Konstitusi Terhadap Pembentukan Hukum Nasional
|
|||
2 |
Kewenangan Pemerintah Propinsi Jawa Barat dalam Membuat Peraturan Daerah Provinsi yang Berkaitan dengan Penanaman Modal di Wilayah Propinsi Jawa Barat
|
|||
3 |
KEWENANGAN PEMERINTAH PROPINSI JAWA BARAT DALAM MEMBUAT PERATURAN DAERAH PROPINSI YANG BERKAITAN DENGAN PENANAMAN MODAL DI WILAYAH PROPINSI JAWA BARAT
|
|||
4 |
PERAN BADAN LEGISLASI DAERAH DALAM MENJALANKAN FUNGSI LEGISLASI DI DPRD PROVINSI JAWA BARAT
|
|||
5 |
PERAN BADAN LEGISLASI DAERAH DALAM MENJALANKAN FUNGSI LEGISLASI DI DPRD PROVINSI JAWA BARAT
|
|||
6 |
Konstruksi Hukum Terhadap Penetapan Bunga Tinggi pada Investasi yang Diselenggarakan Koperasi Simpan Pinjam
|
|||
7 |
Fungsi Dewan Perwakilan Daerah dalam Perencanaan dan Pengawasan terhadap Pengelolaan Keuangan Negara (APBN)
|
|||
8 |
Implementation of Local Government Policies in Realizing Child-Friendly Districts to Increase Welfare
|
|||
9 |
Implementasi Batik Mark Dalam Upaya Daya Saing Produk Batik Indonesia
|
|||
10 |
Sosialisasi Mengenai Cyberbullying Guna Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat Pada Pesantren Entrepreneur Ash-Shalahuddin Cililin, Kabupaten Bandung Barat
|
|||
11 |
The State Administrative Decision-Making in the Adoption of Maslahah Mursallah Principle in Indonesia
|
|||
12 |
Sosialisasi Mengenai Cyberbullying Guna Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat Pada Pesantren Entrepreneur Ash-Shalahuddin Cililin, Kabupaten Bandung Barat
|
1 |
DAA138 - POLITIK PEMBANGUNAN SISTEM HUKUM NASIONAL
|
|||||||||
2 |
DMA102 - TEORI HUKUM
|
|||||||||
3 |
DDB212 - Ilmu Perundang-undangan
|
|||||||||
4 |
DDB213 - Hukum Keuangan Negara
|
|||||||||
5 |
DNB232 - Hukum Perijinan
|
|||||||||
6 |
A2C101 - PANCASILA
|
|||||||||
7 |
MPK101 - Pancasila
|
|||||||||
8 |
DAC206 - Hukum Tata Negara
|
|||||||||
9 |
DAC207 - Hukum Administrasi Negara
|
1 |
DMA113 - KEKHUSUSAN DISERTASI
|
|||||||||
2 |
DMA113 - KEKHUSUSAN DISERTASI
|
|||||||||
3 |
DMA114 - TOPIK KHUSUS
|
|||||||||
4 |
DDB111 - Hukum Administrasi Negara
|
|||||||||
5 |
DDB113 - Hukum Acara Administrasi
|
|||||||||
6 |
DDB114 - Hukum Pemerintahan Daerah
|
|||||||||
7 |
DAC110 - Ilmu Negara
|
|||||||||
8 |
DAC213 - Teori Perundang- undangan
|
|||||||||
9 |
HKT425 - Teori Perundang-undangan
|
|||||||||
10 |
HKT894 - Hk. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
|